Bacaan: Markus 8:34-38
Renungan:
"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikut Aku."
Bagian ini seringkali kita dengar. Namun seberapa kita memahaminya? Apalagi melakukannya?
Kita mungkin hanya lebih senang bagian akhirnya, "mengikut Aku". Kita tidak suka bagian awalnya. Terlalu berat atau mungkin saja itu diluar ekspektasi kita.
Hal yang sama mungkin juga dirasakan oleh para murid Yesus ketika mendengar pernyataan Yesus ini. Mungkin itu terlalu sukar mereka pahami. Atau setidaknya itu diluar ekspektasi mereka. Setidaknya kita bisa lihat bagaimana seorang Petrus pada perikop di atasnya (ay 27-33).
Seberapa Petrus mengenal Yesus?
Benarkah Petrus tahu apa yang Yesus inginkan?
Bagaimana dengan kita, seberapa kita mengenal Yesus?
Benarkah kita tahu apa yang Yesus inginkan?
Atau jangan-jangan kita hanya membayangkan keinginan Yesus sesuai dengan keinginan kita?
Petrus adalah murid yang dekat dengan Yesus. Ayat 29 menunjukkan bagaimana Petrus mengenal Yesus dengan cukup baik. Akan tetapi tidak dengan apa yang Yesus pikirkan. Pada ayat 33, Yesus menegur/memarahi Petrus karena ia kurang atau tidak memahami dengan jelas apa yang menjadi tujuan Yesus ke dunia ini.
Kita mungkin sama seperti Petrus. Kita tahu dengan jelas siapa Yesus, tapi tidak dengan apa yang Yesus pikirkan.
Kita berusaha menyelaraskan pengetahuan kita terhadap seseorang dan menaruhnya sesuai jalan pikiran atau keinginan kita.
Ayat 34 sangat berat dan mungkin di luar pikiran atau bayangan kita. Harga mengikut Yesus sangat mahal. Harganya bahkan dikatakan melebihi nyawa kita. Menyangkal diri dan memikul salib bukanlah hal yang mudah. Tetapi itulah yang harus kita lakukan jika kita mau mengikut Yesus.
Petrus sendiri meski mengenal Yesus, namun setelah Yesus mulai memberitakan bahwa Anak Manusia harus menderita dan mati untuk menyelamatkan umat manusia juga tidak memahami ini. Bayangan Petrus adalah Yesus akan memulihkan Kerajaan Israel secara fisik / pemerintahan. Bagaimana mungkin Sang Mesias justru harus menderita dan mati? Ini sesuatu hal yang sulit dipahami oleh Petrus. Terlebih lagi ketika Yesus memberikan syarat mengikut Dia. Hal ini tentu semakin sulit dipahami. Apalagi dilakukan.
Namun pada akhirnya Petrus dan para murid mengerti. Apa yang dicatat pada ayat 35 juga dilakukan oleh Petrus dan para murid lainnya. Mereka rela kehilangan nyawa demi memberitakan Injil tentang Yesus.
Kita tidak hanya cukup mengenal Yesus dari pengetahuan saja. Tetapi kita harus mengenal hati dan pikiran Yesus. Barulah kita bisa hidup bagi Yesus.
Siapkah kita mengikut Yesus?
Siapkah kita menyangkal diri dan memikul salib?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar