Selasa, 14 Agustus 2018

MyNote : Relakanlah...

Semakin kita bersandar pada pengertian sendiri, semakin kita goyah.

Semakin kita menjauhkan masalah, semakin kita merangkulnya.

Semakin kita merangkul apa yang kita anggap hak kita, semakin kita terikat pada beban itu.

Semakin kita memberi makan kekuatiran, semakin tambun ketakutan dalam diri kita.

Lepaskanlah. Lepaskanlah semuanya itu.

Bersandarlah pada Lengan Yang Kokoh.
Bersandarlah pada Tuhan.
Bawalah semua masalahmu kepada-Nya dan biarlah Dia menuntunmu melalui dan menjalani masalah-masalah itu.

Usahlah kau terikat pada kesementaraan fana ini. Harta yang kau miliki. Kekuasaan yang kau dapatkan. Itu semua hanyalah sementara. Untuk apa mati-matian kau coba pertahankan --- meskipun ada alasan kuat kau merasa layak mempertahankannya. Jika itu mengikat dan membelenggumu, membuatmu kuatir, apalah arti semua itu? Bukankah itu tiada berarti? Tiada sukacita. Tiada kedamaian. Hanya kekuatiran. Hanya ketakutan. Hanya kegelisahan. Hanya kesakitan batiniah. Untuk apa kau rangkul erat? Lepaskan beban yang mengikat itu. Ada hal-hal yang harus kau relakan sekalipun berat dan tidak adil rasanya bagimu. Percayalah, Tuhan akan memberikan yang lebih baik.

Kau tak kan bisa meminta Tuhan memberikan sukacita, damai, kelegaan, kebebasan, kalau kau tak mau melepaskan beban itu. Terkadang hanya itulah caranya. Lepaskanlah jika itu menjadi beban yang mengikatmu.

Jangan simpan kekuatiranmu, bawa dan letakkan semua itu di bawah kaki-Nya. Pandanglah pada salib-Nya. Bukankah maut yang adalah kekuatiran dan ketakutan terbesar manusia sudah Ia kalahkan?

Melepaskan dan merelakan bukanlah hal mudah. Apalagi jika itu terasa tidak adil bagi kita. Bersusah payah kita mengusahakannya. Dan harus direlakan dan diambil begitu saja. Bukan hal yang mudah. Tapi jika itu membawa kepada sesuatu yang lebih baik. Membawa kelepasan bagi jiwamu yang tertekan. Lepaskanlah. Relakanlah.

Bukankah Tuhan berkata burung pipit dan rumput di padang pun Dia pelihara. Apalagi hidupmu. Lalu mengapa kau begitu kuatir?

#JedaSejenak
#14082018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar