Memaknai Pencobaan Yesus Di Padang Gurun
Nats: Matius 4:1-11
Perikop Yesus dicobai oleh iblis setelah perikop Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis.
Pada perikop ini ada 3 pencobaan yang dialami oleh Yesus, yaitu:
- Pencobaan pertama (ayat 3-4)
- Pencobaan kedua (ayat 5-7)
- Pencobaan ketiga (ayat 8-10)
Bagian pembuka dan penutup dari perikop ini juga menarik. Pada ayat 1 dikatakan bahwa Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai iblis. Ini menandakan bahwa pencobaan ini diijinkan oleh Allah. Sedangkan pada ayat 11 dikatakan bahwa iblis meninggalkan Yesus setelah gagal membuat Yesus jatuh dalam pencobaan. Ini menguatkan kita bahwa kita pun sebagai anak Tuhan dan murid Kristus, ketika dalam kehidupan kita menghadapi pencobaan yang diijinkan Allah, kita bisa melewatinya juga asalkan kita bersandar kepada Tuhan Yesus. Perikop ini diakhiri dengan hal yang indah di mana dikatakan malaikat-malaikat datang melayani Yesus.
Sebelum membahas makna pencobaan Yesus oleh iblis ini, jika kita perhatikan dari perikop sebelumnya tentang Yesus dibaptis, kemudian dipimpin oleh Roh, dan Yesus berpuasa 40 hari 40 malam, kita akan dapati ada 3 hal penting bagi kita orang percaya, yaitu:
- Pembaptisan sebagai proklamasi iman kita atau proklamasi kelahiran baru kita di dalam Kristus.
- Roh Kudus yang berdiam di dalam diri kita, akan senantiasa menuntun kita.
- Komunikasi yang intim dengan Allah melalui doa dan firman dalam waktu khusus kita (saat teduh).
Secara umum jika diperhatikan, ketiga pencobaan ini menyangkut 3 aspek dalam kehidupan dan juga merupakan pola yang umum kita alami. Ketiga pencobaan ini juga seperti tingkat yang menaik. Ketiga aspek itu ialah:
Pertama, aspek KEINGINAN DAGING (fisik / jasmani). Pada pencobaan pertama ini, dikatakan bahwa setelah berpuasa, Yesus merasa lapar. Iblis menyuruh Yesus mengubah batu menjadi roti. Tetapi Yesus tidak menuruti kemauan iblis. Yesus mengutip ayat firman Tuhan dari Ulangan 8:3.
Apa kaitannya pencobaan pertama ini dengan kita? Ini adalah pencobaan yang umum kita alami. Sadar atau tidak. Keinginan daging kita seperti anak kecil yang merengek ingin semua permintaannya dipenuhi oleh orangtuanya. Itulah kita. Keinginan kita adalah selalu dilimpahkan berkat materi dari Allah saja. Semua keinginan kita maunya dipenuhi. Terkadang seperti itulah kita. Kita jarang melihat sesuatu yang lebih penting dari hanya sekedar berkat materi, yaitu firman Allah yang lebih penting bagi kelaparan rohani kita.
Kedua, aspek KEANGKUHAN HIDUP / KESOMBONGAN. Pada pencobaan kedua, Iblis membawa Yesus ke atas bubungan bait Allah. Iblis dengan berani menggunakan ayat firman Tuhan (Mazmur 91:11-12) yang dipakai secara salah oleh iblis. Dan Yesus menjawab tegas dengan mengutip ayat firman Tuhan (Ulangan 6:16) untuk meluruskan penyalahgunaan ayat firman Tuhan tersebut. Melalui pencobaan ini, iblis sebenarnya ingin agar kita meragukan Allah. Kaitan sederhana yang kita alami sehari-hari contohnya ada yang bilang "kalau tidak merokok, tidak keren." Apakah benar demikian? Tentu itu kesalahan. Ego kita, gengsi kita sering kali ditantang pernyataan-pernyataan menyesatkan seperti itu. Janganlah kita mencobai Tuhan kita dengan meragukan Dia.
Aspek ketiga, KEINGINAN MATA akan hal-hal duniawi (kekayaan, kekuasaan, kejayaan atau sering orang bilang 3T yaitu harta, tahta, wanita). Di pencobaan ketiga ini, iblis semakin menjadi-jadi. Iblis dengan sangat berani mengklaim bahwa semua yang di dunia ini adalah miliknya yang bisa ia berikan kepada siapa saja yang mau menyembahnya. Padahal kita tahu, pencipta dan pemilik semuanya itu ialah Allah, bukan iblis. Betapa liciknya iblis ini. Menawarkan jalan mudah kepada siapa saja yang mau mendapatkan kekayaan duniawi hanya dengan menyembahnya saja. Betapa banyak orang bukan yang gampang jatuh dalam pencobaan seperti ini? Satu yang perlu kita ingat, jalan mengikut Kristus bukanlah jalan yang mudah. Kita perlu memikul salib dan menyangkal diri. Yesus tidak menjanjikan kekayaan jika kita mengikut-Nya, malahan penderitaan. Tapi yang Yesus janjikan adalah hidup yang kekal. Sementara yang ditawarkan oleh iblis adalah jalan yang mudah namun berujung pada kebinasaan kekal.
Ingatlah satu hal, jika kita diijinkan oleh Allah untuk menghadapi pencobaan, janganlah mengandalkan diri sendiri. Bersandarlah kepada Tuhan Yesus. Untuk itu kita perlu memiliki hubungan yang dekat dan intim dengan Yesus melalui doa dan firman dalam waktu khusus kita bersamanya. Memakai istilah dalam sesi retret kemarin (Retret Pemuda 2017), "Always attach with The Holy Spirit".
#JedaSejenak
#30062017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar