Menyangkal Diri
Salah satu masalah pelik manusia di dalam menyangkal diri adalah menyangkal itu sendiri.
Banyak orang -- entah sadar atau tidak -- selalu menyangkal bahwasanya ia sendiri tidak "sakit" dan tidak perlu pertolongan untuk sembuh. Orang lain yang sakit dan perlu pertolongan. Sedangkan dirinya baik-baik saja.
"Jika engkau tidak "sakit", mengapa masih suka berenang dalam lumpur?"
Hanya ketika engkau betul-betul menyadari akan hal ini (bertobat), barulah engkau akan bisa menyangkal diri dan sanggup memikul salib.
Hal lainnya adalah kita seringkali -- bahkan terlalu sering -- menyangkal bahwa kita mencari Dia hanya untuk diri kita sendiri. Kita mengharapkan berkat-Nya semata-mata bagi kepentingan kita sendiri. Bahkan kita menyangka kita telah memikul salib padahal yang kita pikul adalah akibat kesalahan dan penderitaan yang kita cari-cari sendiri.
Kadang pelayanan yang kita kerjakan sebenarnya bukan untuk Dia tetapi untuk kita sendiri. Untuk prestise kita, kebanggan kita, ketenaran kita, bahkan mungkin demi kepentingan bisnis kita. Dan kita menyangkal akan hal ini.
Matius 16:24
"Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku."
#JedaSejenak
#25102013
#RePostFB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar