Senin, 31 Desember 2018

Puisi: Maaf dan Syukur

2018 segera berlalu
2019 menjelang
Banyak kisah tergores di kanvas waktu
Diharap jadi kenangan
Maupun 'tuk dilupa
Meskipun tak mungkin dihapus

Segala kekonyolan dan kebodohan
Semua amarah dan kecewa
Setiap resah dan khawatir
Bercampur baur dalam tawa dan tangis

Tiada kata selain maaf
Buat yang tersakiti
Disadari atau tidak
"Maafkan untuk segala kesalahan selama setahun ini"

Terlebih kepada Dia, Sang Khalik.
"Ampunilah hamba-Mu yang penuh cela dan hina ini."

Hamba juga mengucap syukur beribu syukur.
Tuk setiap tarikan nafas yang masih berhembus
Denyut yang masih berdetak
Segala yang telah dijalani
Segala yang Kau ijinkan terjadi
Semua hanya anugerah-Mu
Syukur pada-Mu Tuhan

Segelap apapun jalan di hadapan
Bersama-Mu ku tiada takut
Satu pintaku
Biarlah diri ini boleh terus bersandar hanya pada-Mu
Jikalau diri ini mulai menyimpang, tegur dan arahkanlah kembali ya Tuhan.

-NR#31122018-

Minggu, 16 Desember 2018

Puisi: Kayu Biasa

Kayu Biasa

Kayu-kayu itu ialah kayu biasa
Mereka terheran-heran
Tak pernah menduga
Tapi tak jua bertanya

Dalam senyap Betlehem
Sang Bayi mungil
Lahir di kandang
Dibaringkan di palungan
Bayi Kudus siapakah yang duga?

Dalam kelabu Yerusalem
Umat-Nya yang degil
Mengolok, menghina, menyiksa-Nya
Dua palang jadi saksi
Salib yang hina rela Ia jalani
Dia yang tiada cela, mengapa rela?

Kayu-kayu itu ialah kayu biasa
Mereka terheran-heran
Tak pernah menduga
Tapi tak jua bertanya

Sungguh ya Allah
Hati pikiran kami tiada sanggup
Selami besarnya kasih-Mu
Kau rela jalani itu semua
Demi kami yang hina ini

Apakah yang dapat kami berikan
Sebagai ganti kasih-Mu?

--
NR#09122018

Jumat, 23 November 2018

Puisi: Kupu-Kupu Cantik

Hai kupu-kupu cantik
Betapa riangnya dikau
Terbang ke sana ke mari
Seolah tanpa beban

Hai kupu-kupu cantik
Eloknya kepak sayapmu
Terbang ke sana ke mari
Bercanda dengan bunga-bunga menawan

Jauh 'ku melihat senyum di wajahmu
Riang ramah menyapa memberi kesejukan
Tetaplah tersenyum membawa keceriaan
Biarlah gundahmu hanya diri ini yang tahu
Bersandarlah di bahu ini lepaskan bebanmu
Ku akan selalu ada untukmu, sayang.

NR22112018

Puisi: Tak Biasa Lagi (versi panjang)

Terperangkap 'ku dalam ragu
Tertatih menata kata menata rasa
Bergelanyut bimbang lagi gentar
Tak kuasa 'tuk menyapa dalam biasa
Karena semua tak biasa lagi

Ku akui kali pertama dulu
Selayang pandang melihatmu
Paras senyum manismu yang tulus
T'lah membalikkan hati ini
Menjadi tak biasa-biasa lagi...

Terperangkap 'ku dalam takut
Takut jauh 'ku berharap
Terlalu jauh jangkauan waktu
Terlalu jauh jarak itu
Bergelanyut bimbang lagi gentar
'Tuk menyapa dalam biasa
Karena semua tak biasa lagi...

NR18112018

Senin, 19 November 2018

Puisi: Tak Biasa Lagi

Terperangkap 'ku dalam ragu
Tertatih menata kata menata rasa
Bergelanyut bimbang lagi gentar
'Tuk menyapa dalam biasa
Tapi semua tak biasa lagi
Ku akui kali pertama selayang pandang
Paras senyum manismu yang tulus
T'lah membalikkan hati ini
Menjadi tak biasa-biasa lagi...

Terperangkap 'ku dalam takut
Takut jauh 'ku berharap
Terlalu jauh jangkauan waktu
Terlalu jauh jarak itu
Bergelanyut bimbang lagi gentar
'Tuk menyapa dalam biasa
Karena semua tak biasa lagi...

NR18112018

Kamis, 06 September 2018

Terbanglah Tinggi

Terbanglah Tinggi

Tersenyumlah dalam gundah
Tertawalah dalam gulana
Usahlah kau gentar
Perigi semangat di hadapan
Kepak, kepakkan sayapmu
Duhai asa
Terbanglah tinggi gapai cita
Usah kau gentar
Usah kau takut
Tegar tegarlah
Sandarlah pada Dia
Senantiasa

#NR06092018

Selasa, 28 Agustus 2018

Keinginan dan Bersyukur

KEINGINAN tidak mengenal kata CUKUP.
KEINGINAN hanya mengenal kata TIDAK TERBATAS.

Jadi dapatkah engkau memenuhi ketidakterbatasan keinginanmu?
Sekali-kali tidak!
Tapi keinginan bisa dikendalikan dengan hidup bersyukur.

Hanya mereka yang bersyukur atas apa yang ada pada mereka yang bisa mengendalikan keinginan mereka.
Kau tidak akan bisa bersyukur jika kau selalu melihat pada apa yang tidak ada padamu. Apakah apa yang ada padamu berarti hanya segala kelimpahan materi? Tidak! Kekurangan dan kelemahan juga adalah hal yang dapat kau syukuri. Tapi apakah kau mau mensyukurinya? Sulit bukan? Tapi itulah kuncinya. Mereka yang telah selesai dengan dirinya adalah mereka yang sanggup melihat lebih jauh daripada hanya apa yang menjadi fokus dunia. Fokus dunia hanyalah hal-hal baik, bukan hal buruk atau kemalangan/kekurangan. Kekurangan adalah aib bagi dunia. Tapi tidak bagi jiwa yang senantiasa bersyukur.

Bersyukurlah terlebih kau telah mendapat apa yang jauh melampaui dunia ini yaitu Kristus Yesus, Tuhan dan Juruselamatmu. Hiduplah sungguh-sungguh di dalam takut dan hormat akan Dia. Biarlah sungguh Tuhan Yesus Kristus yang bertahta atas seluruh hidupmu.

"Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus."
(Efesus 5:20-21)

#JedaSejenak
#23012018

Pergilah, Sebuah Ketaatan

Pergilah, Sebuah Ketaatan

Kejadian 12:1-4
1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."
4 Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.

---

Ketika memutuskan untuk pergi ke suatu tempat. Biasanya pasti banyak pertanyaan-pertanyaan. Kita umumnya pasti ingin memastikan tempat yang akan kita tuju. Kita ingin memastikan bahwa tempat itu baik untuk kita. Tempat itu harus aman dan mendukung kehidupan kita. Intinya kita harus tahu dulu tempat itu seperti apa. Lalu bagaimana jika tempat itu adalah tempat asing bagi kita? Terlebih lagi tempat yang kita tidak tahu ada di mana. Tempat tujuannya saja tidak tahu. Seperti itulah yang dihadapi Abraham tatkala Tuhan memanggilnya untuk pergi ke suatu tempat yang mana Abraham sendiri tidak tahu di mana itu.

Hal yang menarik adalah Alkitab tidak mencatat bahwa Abraham menolak perintah Tuhan. Tidak juga bertanya untuk mengkonfirmasi. Biasanya kalau kita pasti ingin tahu dulu minimal tempat yang mau dituju itu di mana. Tapi Abraham tidak melakukan itu. Ketika Allah memerintahkan dia untuk pergi, Abraham taat dan pergi. Sungguh iman yang begitu besar.

Jika kita di posisi Abraham, apakah kita akan taat seperti Abraham? Akankah kita mempunyai iman seperti Abraham? Sebagian besar, kita mungkin akan mengeles. Mencari-cari alasan untuk tidak pergi. Kita terlalu nyaman dengan zona nyaman kita. Kita terlalu takut dengan ketidakpastian tempat yang akan dituju. Bahkan mungkin kita meragukan penyertaan Tuhan. Kita terlalu bersandar pada diri sendiri, bukan bersandar pada Tuhan secara total.

- Ketaatan bukanlah bertanya kepada perintah Allah, tetapi melakukan perintah Allah. -

#JedaSejenak
#13092017

#Kutipan : Max Lucado

.
.
.

“I Choose Love...
No occasion justifies hatred; no injustice warrants bitterness. I choose love. Today I will love God and what God loves.

I Choose Joy...
I will invite my God to be the God of circumstance. I will refuse the temptation to be cynical. I will refuse to see people as anything less than human beings, created by God. I will refuse to see any problem as anything less than an opportunity to see God.

I Choose Peace...
I will live forgiven. I will forgive so I may live.
I Choose Patience...
I will overlook the inconveniences of the world. Instead of cursing the one who takes my place, I'll invite him to do so, Rather complain that the wait is to long, I will thank God for a moment to pray. Instead of clenching my fist at new assignments, I will face them with joy and courage.

I Choose Kindness...
I will be kind to the poor, for they are alone. Kind to the rich, for they are afraid. And kind to the unkind, for that is how God has treated me.

I Choose Goodness...
I will go without a dollar before I take a dishonest one. I will be overlooked before I will boast. I will confess before I accuse. I choose goodness.

I Choose Faithfulness...
Today I will keep my promises. My debtors will not regret their trust. My friends will not question my word. And my family will not question my love.

I Choose Gentleness...
Nothing is won by force. I choose to be gentle. If I raise my voice may it only be in praise. If I clench my fist, may it only be in prayer. If I make a demand, may it be only of myself.

I Choose Self-Control...
I refuse to let what will rot, rule the eternal. I choose self-control. I will be drunk only by joy. I will be impassioned only by my faith. I will be influenced only by God. I will be taught only by Christ. I choose self-control.

Love, Joy, Peace, Patience, Kindness, Goodness, Faithfulness, Gentleness, and Self-Control. To these I commit my day. If I succeed, I will give thanks. If I fail, I will seek His grace. And then when this day is done I will place my head on my pillow and rest."

Max Lucado - "When God Whispers Your Name"

---

"Saya memilih kasih..
Tidak ada tempat untuk membenarkan kebencian; tidak juga ketidakadilan ataupun kepahitan. Saya memilih untuk mengasihi. Hari ini saya akan mengasihi Tuhan dan apa yang Tuhan kasihi.

Saya memilih sukacita…
Saya akan mengundang Tuhan saya untuk menjadi Tuhan atas setiap keadaan. Saya akan menolak godaan untuk menjadi sinis.. alat dari pemikiran yang malas. Saya menolak melihat pribadi orang lain sebagai sesuatu yang lain, selain manusia yang diciptakan oleh Tuhan. Saya akan menolak melihat masalah sebagai sesuatu yang lain kecuali sebagai kesempatan untuk melihat Tuhan.

Saya memilih kedamaian.
Saya hidup dalam pengampunan. Saya akan mengampuni sehingga saya bisa terus hidup.

Saya memilih sabar..
Saya akan mengabaikan ketidaknyamanan dunia. Alih-alih mengutuk orang yang mengambil tempat saya, saya akan mempersilahkan dia untuk mengambilnya. Dari pada mengeluh karena harus menunggu terlalu lama, saya akan bersyukur pada Tuhan karena diberi waktu untuk berdoa. Daripada mengepalkan tangan karena diberi tugas yang baru, saya akan menerimanya dengan sukacita dan keberanian.

Saya memilih kemurahan hati..
Saya akan murah hati kepada yang miskin, kepada mereka yang sendirian. Murah hati kepada orang kaya, juga mereka yang ketakutan. Dan juga murah hati kepada mereka yang tidak murah hati, karena demikianlah Tuhan telah memperlakukan saya.

Saya memilih kebaikan…
Saya akan pergi tanpa uang sebelum saya menjadi tidak jujur. Saya akan mengabaikannya sebelum menjadi sombong. Saya akan mengaku daripada menuduh. Saya memilih kebaikan.

Saya memilih kesetiaan…
Hari ini saya akan menepati janji saya. Debitur saya tidak akan menyesal karena telah mempercayai saya. Rekan saya tidak akan mempertanyakan perkataan saya. Istri saya tidak akan meragukan cinta saya. Dan anak-anak saya tidak akan pernah takut ayah mereka tidak pulang.

Saya memilih kelemahlembutan…
Tidak ada yang dimenangkan dengan pemaksaan. Saya memilih menjadi lemah lembut. Jika saya meninggikan suara saya mungkin itu hanya untuk memuji. Jika saya mengepalkan tangan saya, itu hanya karena saya mau berdoa. Jika saya memiliki permintaan, itu hanyalah pada diri saya sendiri.

Saya memilih pengendalian diri…
Saya adalah manusia rohani. Setelah tubuh ini mati, maka roh saya akan melambung. Saya menolak mengijinkan apa yang akan membusuk mengendalikan apa yang kekal. Saya memilih untuk mengendalikan diri. Saya memilih hanya mabuk oleh sukacita. Saya hanya akan tidak sabar karena iman saya. Saya hanya akan dipengaruhi oleh Tuhan. Saya hanya akan memikirkan apa yang diajarkan oleh Kristus. Saya memilih pengendalian diri.

Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan pengendalian diri. Dengan semua itu saya akan menjalani hari ini. Jika saya berhasil, saya akan bersyukur. Jika saya gagal, saya akan mencari kasih karunia dari-Nya. Dan kemudian, ketika hari ini telah selesai, saya akan menaruh kepala saya di bantal dan beristirahat."

Diterjemahkan dari : "When God Whispers Your Name" -- MAX LUCADO

Catatan Pendek

[ ] 29/11/2018 ~ Bukanlah kegagalan yang perlu dirisaukan. Jauh lebih pelik ialah kehilangan arah dan tujuan. Lebih berbahaya lagi kehilangan harapan.

[ ] 04/11/2018 ~ Ketika kau sering dianggap "kurang percaya" karena kelihatannya sering mengintervensi (bertanya terus hal yang sama), orang sering tidak melihat sisi lainnya. Mereka lupa bahwa kau tak bisa membaca pikiran mereka dan kau tak tahu sampai sejauh mana progress yang ada. Karena apa? Karena mereka hanya diam dan tak memberi respons. Padahal yang kau butuhkan hanyalah jawaban. Dan ketika kau benar-benar akhirnya hanya "diam", kau juga yang disalahkan karena katanya "kenapa tidak mengingatkan", ketika tugas menjadi tak selesai. Padahal kau sudah mengingatkan berulang-ulang kali jauh sebelumnya. ~

[ ] 01/10/2018 Senyum yang tulus ibarat air yang mengikis kegelisahan hati yang gundah. Kegundahan karena peliknya dan kerasnya kehidupan. Kehidupan yang penuh kesedihan, kemarahan, maupun kekecewaan.

Kau tak pernah tahu hari ini kau akan bertemu mereka yang hatinya seperti apa. Tapi percaya dan yakinlah, senyummu yang tulus akan sedikit banyak menceriakan hati mereka.

Jadi tersenyumlah tulus selalu dari hatimu dan bawalah keceriaan kepada dunia. Keceriaan kepada hati yang sedang gelisah. Keteduhan bagi jiwa yang sedang amarah.

Selamat pagi dan have a wonderful day.

[ ] 29/09/2018 Sejuknya pagi mengundang lelapnya pembaringan. Malas bergerak jadi tantangan. Mentari memanggil pun kau cuekin. Sampai dering telepon memekakkan barulah kau beranjak dan terburu-buru.

[ ] 28/09/2018 Bagi jiwa yang sedang gundah gulana. Ingatlah ini. Kecewa, sedih bahkan marah karena ekspektasi yang tak terkabul boleh-boleh saja. Tapi janganlah larut di dalamnya. Jangan biarkan itu merenggut keceriaan dan kebahagiaan yang telah Tuhan sediakan jauh di depan sana. Bukankah Tuhan berjanji bahwa yang Ia berikan jauh lebih baik? Bukankah Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya? Usahlah kau meratap terus menerus.

[ ] 27/09/2018 Jika kau menaruh ekspektasi berlebihan pada manusia, dengan segera kau akan kecewa. Namun jikalau kau berharap pada Tuhan, kau tak akan dikecewakan. Hanya saja kadang kau kurang sabar untuk menunggu waktunya Tuhan.

[ ] 26/09/2018 Ketika pagi mengetuk, rutinitas mungkin akan sama. Namun selalu ada dua pilihan. Syukuri hari atau menyalahkan hari. Mana yang akan menceriakan hatimu? Kau tahu jawabannya.

[ ] 25/09/2018 Selamat pagi 😇 Awali hari dengan doa dan syukur. Jalani dengan senyum dan syukur. Kerjakan dengan semangat dan syukur. Dan bersukacitalah karena lihatlah diakhir hari ini hari yang luar biasa telah kau jalani. 😉😊

[ ] 23/09/2018 "Nikmatilah anugerah kecil ini yakni wajahmu masih disapa fajar pagi. Terlebih lagi bersyukurlah atas anugerah terbesar yang Dia berikan yaitu Kristus Yesus. Bersyukurlah! Bersukacitalah! Puji dan tinggikan Dia! Tuhan dan Juruselamatmu!
.
.
.

Kadang hidup itu lucu. Ada orang tidak khawatir akan sesuatu hal, namun justru orang lain yang mengkhawatirkan orang itu. Demikian juga sebaliknya.

Kadang hidup itu gokil. Ada orang bisa tidak suka bahkan membenci sesuatu hal ataupun seseorang tanpa ia sendiri tahu alasannya. Demikian juga dengan cinta.

Kadang hidup itu kocak. Hal-hal sederhana dirumitkan oleh belat-belit perkataan yang sering salah dimengerti.

Namun itulah bumbu-bumbu yang membuat hidup menjadi tidak garing.

#20-09-2018

.
.
.

Tertawalah dalam menjalani hidup ini karena menangis dan gelisah hanyalah bumbu pelengkap.
#10-09-2018

.
.
.

Jawaban OK sepertinya menunjukkan suatu kepercayaan diri dan kesiapan menjalankan sebuah kepercayaan. Namun jika tidak dibarengi aksi, maka ianya akan berujung kepada kekecewaan dari penanya/pemberi kepercayaan.

Sebaliknya jawaban TIDAK BISA mungkin segera membawa kekecewaan bagi penanya. Namun itu terkadang lebih baik. Karena tidak memberi asa yang berlebih.

Kecenderungan kita adalah yang pertama. Dan tidak jarang yang didapat adalah kekecewaan. Kecenderungan kita adalah enggan berkonflik dari awal. Berusaha terlihat membahagiakan penanya. Mencoba mencari jawaban aman yang justru mengecewakan di akhir.

Namun terlepas dari kedua jawaban itu ada satu yang sangat berbahaya yaitu DIAM.

#JedaSejenak
#28012018

.
.
.

"Sukacita hanya akan menjadi luapan euforia sesaat saja jikalau itu bukan sukacita dari Allah.

Sukacita sejati akan terus menetap di hati jikalau itu adalah sukacita dari Allah karena Allah lah sumber sukacita itu."

#25122017

.
.
.

"Tanpa kejutan, hidup cenderung hambar.
Terlalu banyak kejutan, hidup rasanya berat.
Tapi tetap saja kita tidak menghendaki adanya kejutan."

#18092017

.
.
.

"Dalam KESUKAAN kita seringkali mengabaikan kehadiran-Nya. Kita seringkali tidak mau berbicara dengan-Nya. Kita sibuk dengan kesukaan kita.

Dalam KESUSAHAN kita seringkali menyalahkan Dia. Kita seringkali merasa Dia tidak hadir.

Bukankah Dia selalu hadir setiap waktu?
Bukankah tangan-Nya selalu terbuka untuk kita?
Dia adalah Allah yang ingin dekat dengan kita.
Kitalah yang tidak peka dan tidak mau dekat dengan-Nya."

#19072017