Minggu, 26 Agustus 2018

Dengan Segenap Hati?

Kisah Para Rasul 4:32-37
32 Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.
33 Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.
34 Sebab tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa
35 dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.
36 Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus.
37 Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.

Kisah Para Rasul 5:1-11
1 Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.
2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
3 Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."
5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.
6 Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya.
7 Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.
8 Kata Petrus kepadanya: "Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?" Jawab perempuan itu: "Betul sekian."
9 Kata Petrus: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar."
10 Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya.
11 Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.

---

Apa persamaan yang dilakukan antara Yusuf/Barnabas dengan Ananias dan Safira? Apa pula perbedaannya?
Mengapa Ananias dan Safira justru meninggal dengan cara yang cukup tragis?

Apa yang bisa kita renungkan di sini adalah bukan soal jumlah persembahan yang mereka berikan. Sama sekali bukan. Perikop ini setidaknya mengajarkan kepada kita tentang kesungguhan dan motivasi yang benar dalam memberikan persembahan. Hendaklah kita sungguh-sungguh dan dengan kerelaan dan juga kecintaan kepada Tuhan di dalam memberikan persembahan. Tidak hanya dalam memberikan persembahan materi namun dalam segala aspek kehidupan kita. Motivasi kita juga harus murni. Bukan untuk mencari hormat dari manusia. Bukankah Yesus sendiri mengajarkan kepada kita untuk mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati, jiwa, dan juga kekuatan kita?

Matius 22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Ulangan 6:5 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.

Apakah kita sudah sungguh-sungguh melakukannya? Apakah kita sudah sungguh-sungguh mengasihi Tuhan kita? Apakah kita sudah sungguh-sungguh mengasihi Yesus Kristus? Apa buktinya? Adakah kita mentaati firman-Nya? Bukankah kita lebih suka taat pada diri sendiri?

#JedaSejenak
#06072017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar