~ Sejatinya apa yang baik pada suatu masa belum tentu mudah dipertahankan untuk masa berikutnya. Bukankah sejarah sudah mengajarkannya dengan jelas. Jadi janganlah terlena oleh fenomena. ~
---
2 Raja-raja 18:1-3
1 Maka dalam tahun ketiga zaman Hosea bin Ela, raja Israel, Hizkia, anak Ahas raja Yehuda menjadi raja.
2 Ia berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh sembilan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Abi, anak Zakharia.
3 Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya.
2 Raja-raja 20:21
Kemudian Hizkia mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya. Maka Manasye, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
2 Raja-raja 21:1-2
1 Manasye berumur dua belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan lima puluh lima tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Hefzibah.
2 Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, sesuai dengan perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel.
---
Jika Hizkia dikatakan melakukan yang baik. Namun tidak demikian adanya dengan Manasye anaknya. Manasye dikatakan melakukan yang jahat di mata Tuhan.
Jika kita pernah mendapat yang baik, jangan kaget jika suatu saat mendapat yang tidak baik.
Sungguh benar kata pengkhotbah.
Pengkhotbah 1:8-11
8 Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar.
9 Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.
10 Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: "Lihatlah, ini baru!"? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada.
11 Kenang-kenangan dari masa lampau tidak ada, dan dari masa depan yang masih akan datang pun tidak akan ada kenang-kenangan pada mereka yang hidup sesudahnya.
#JedaSejenak
#NR18102017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar