Minggu, 26 Agustus 2018

Jangan Tegar Tengkuk

Nats: Mazmur 106:1-48

Mazmur 106:12-13
12 Ketika itu percayalah mereka kepada segala firman-Nya, mereka menyanyikan puji-pujian kepada-Nya.
13 Tetapi segera mereka melupakan perbuatan-perbuatan-Nya, dan tidak menantikan nasihat-Nya;

---

Kedua ayat di atas sangat kontras sekali. Itulah yang terjadi pada bangsa Israel. Betapa cepatnya mereka melupakan kasih dan kebaikan Tuhan. Betapa cepatnya mereka berpaling dari Tuhan. Baru saja dibebaskan dari perbudakan di tanah mesir. Baru saja mengalami mujizat yang besar yaitu mereka bisa menyeberang laut Teberau (ayat 7-11). Di padang gurun mereka kembali menggerutu (ayat 14). Mereka lupa akan siapa itu Tuhan (ayat 1).
Perhatikan juga ayat 19, 24-25, 28-29, 32-33, 36-37. Ayat 43 merupakan kesimpulan bagaimana bangsa Israel ini selalu memberontak terhadap Tuhan. Itulah kenapa mereka disebut bangsa yang tegar tengkuk.

Pemazmur menyadari betul siapa itu Tuhan. Sebagaimana di ayat 1 menuliskan tentang kasih setia Tuhan yang tak berkesudahan. Tuhan yang tak pernah ingkar dengan janji-Nya sendiri. Pemazmur menaikkan doa pengampunan kepada Tuhan atas dosa-dosa yang dilakukan bangsanya (ayat 4-6, 47). Demikian juga dalam hal-hal kesalahan yang dilakukan nenek moyang bangsa Israel, juga ada yang memohon pengampunan kepada Tuhan (ayat 23 dan 30). Bahkan di ayat 32-33 dikatakan Musa celaka karena mereka. Hal yang membuat Musa tidak bisa memasuki tanah Kanaan (Lihat Bilangan 20:2-13).

Apa yang bisa kita renungkan dari Mazmur ini?

Perhatikan ayat 1, 44-45. Bagaimana pemazmur berulang kali menyatakan bagaimana kasih setia Tuhan yang tak berkesudahan. Allah yang tidak pernah berubah. Allah yang tidak pernah ingkar janji. Dan mazmur ini ditutup dengan pengagungan kepada Allah (ayat 48).

Hendaklah kita sebagai orang yang telah ditebus oleh Yesus Kristus hidup seturut kehendak-Nya. Janganlah kita menjadi seperti bangsa Israel yang selalu memberontak terhadap Tuhan.

"Berbahagialah orang-orang yang berpegang pada hukum, yang melakukan keadilan di segala waktu!" (Mazmur 106:3)

Mungkin dalam kehidupan kita, kita lebih sering seperti bangsa Israel yang seringkali memberontak dan meragukan kasih setia Tuhan. Kita mudah diombang-ambingkan kekhawatiran dan juga bujuk rayu dunia ini. Hendaklah kita bisa terus bersandar dan percaya sepenuh hati kepada Tuhan. Janganlah kita sekali-kali mencobai Tuhan. Tetaplah taat dan percaya kepada-Nya karena hanya Dialah Tuhan yang layak kita sembah dan muliakan (ayat 2).

Masihkah kita dalam hidup kita mau seperti bangsa Israel yang selalu tegar tengkuk, memberontak kepada Tuhan? Semoga tidak dan kiranya sekali-kali tidak!

Kiranya Tuhan memberkati dan menolong kita untuk taat sepenuhnya kepada-Nya. Amin.

#JedaSejenak
#09072017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar