Perjumpaan Pribadi
Nats: Yohanes 4:1-42
Sebagian besar dari kita mungkin sudah sering mendengar tentang kisah ini. Percakapan Yesus dengan perempuan Samaria. Kisah ini juga sering kali ditampilkan dalam drama pada saat natal misalnya. Kisah bagaimana seorang perempuan Samaria yang sebenarnya memiliki persoalan yang pelik dan mungkin membuat ia malu dengan statusnya (ayat 17-18). Karena hal inilah yang membuat ia baru datang ke sumur untuk menimba air pada tengah hari yang panas (ayat 6 bagian akhir). Karena dia ingin menghindari orang-orang disekitarnya yang mungkin tahu statusnya itu. Perjumpaan dan percakapannya dengan Yesus telah mengubah segalanya. Ia memperoleh sukacita dan bahkan bersaksi tentang Yesus. Ia tidak malu lagi mengakui segala hal yang terjadi dalam hidupnya (ayat 28-29). Dengan berani ia bersaksi kepada orang-orang di kotanya (Sikhar). Kesaksiannya membawa orang-orang datang kepada Yesus (ayat 30). Dan banyak dari mereka menjadi percaya kepada Yesus melalui kesaksian perempuan Samaria tersebut (ayat 39). Mereka bahkan meminta Yesus mengajar mereka lebih banyak lagi (ayat 40). Dan semakin banyak orang yang menjadi percaya oleh pengajaran Yesus (ayat 41).
Perikop ini ditutup dengan ayat yang menarik perhatian saya.
~ dan mereka berkata kepada perempuan itu: “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia.” ~
(Yohanes 4:42)
Melalui kesaksian perempuan Samaria itu, orang dibawa untuk mengenal Yesus. Dan akhirnya mereka mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus.
Dalam jaman sekarang, apakah kita hanya sebatas suka dengan kesaksian saja? Ataukah kita ingin lebih lagi, mengenal Yesus secara pribadi?
#JedaSejenak
#02072017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar