Minggu, 26 Agustus 2018

(Jangan) Menghakimi

(Jangan) Menghakimi

Nats: Yohanes 8:1-11

Jika kita melihat situasi dan kondisi akhir-akhir ini terutama pada masa-masa pilkada DKI yang baru berlalu, terlihat bagaimana gampangnya orang menghakimi orang lain seolah-olah dirinya sendiri yang paling benar dan suci. Hal seperti inilah yang dialami wanita ini. Yesus membalikkan segalanya. Alih-alih menghakimi wanita ini ---- Yesus berhak menghakimi sebenarnya karena Ia adalah satu-satunya yang tidak berdosa ---- Yesus malah menunjukkan belas kasihan kepada wanita ini sekaligus memberikan pelajaran kepada para ahli Taurat dan orang Farisi yang mendakwa wanita itu (ayat 7-11).

Para ahli Taurat dan orang Farisi itu pasti sangat merasa malu atau mungkin marah dengan apa yang Yesus katakan dan lakukan. Mereka pasti tahu bahwa tidak ada dari mereka yang tidak berdosa.

Sebaliknya wanita itu tentu sangat bersyukur karena mendapat pengampunan. Ia pasti sangat menyesali perbuatannya. Ia mengalami pertobatan. Dan hidupnya berubah.

Bagaimana dengan diri kita? Apakah kita juga seperti para ahli Taurat dan orang Farisi itu yang merasa paling benar dan suci? Atau kita seperti wanita itu --- yang telah berdosa telah mengalami pengampunan oleh Allah melalui karya keselamatan yang telah dikerjakan oleh Yesus Kristus di atas kayu salib --- mau sungguh-sungguh bertobat? Dan terlebih lagi, meneladani Kristus yang penuh belas kasih dan pengampunan.

"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?"
(Matius 7:1-3)

#JedaSejenak
#03072017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar