Sabtu, 27 Juni 2015

Terhempas Keraguan

Terhempas Keraguan

Kupejam mata
Tiada dapat
Bergejolak tanya
Sanubari bimbang
Ada apa gerangan

Rasa ini
Kau tahu
Tiada sanggup
Terucap
Ku ingin kau tahu
Rindu ini
Kehampaan ini
Tiada yang lain
Hanya dikau seorang
Tiada yang lain
Duhai jelita

Kau diam
Meninggalkanku dalam bimbang
Terhempas ombak keraguan
Diam tanpa suara
Diam dengan sejuta tanya
Ada apa gerangan


#NR25062015
posted from Bloggeroid

Rabu, 24 Juni 2015

Setia Menyapa

Setia Menyapa

Fajar...
Menelan gulita malam
Menyingsing mentari pagi
Menyapa menyemangati hari

Senja...
Menghantar mentari ke peraduan
Menyambut sang putri rembulan
Bersenandung cerita hari

Fajar dan senja
Tiada pernah berhenti
Setia menyapa
Setia bersenandung
Setia mengiringi hari

Bilakah fajar dan senja kan berhenti
Berhenti tuk menyapa
Berhenti tuk bersenandung
Berhenti tuk mengiringi hari

Mungkin
Tatkala lelah dengan mentari
Tatkala lelah dengan rembulan
Mentari yang acuh
Melangkah pergi meninggalkan fajar
Rembulan yang tiada pernah menyapa senja
Tapi
Fajar dan senja
Tak kan pernah berhenti menyapa
Tak kan pernah berhenti bercerita
Tak kan pernah berhenti bersenandung
Fajar dan senja kan setia selalu

Fajar...
Menelan gulita malam
Menyingsing mentari pagi
Menyapa menyemangati hari

Senja...
Menghantar mentari ke peraduan
Menyambut sang putri rembulan
Bersenandung cerita hari


#NR24062015

posted from Bloggeroid

Sabtu, 13 Juni 2015

Bukan Kaca

Bukan Kaca

Kau anggap kami sansak
Nyatanya kami trampolin
Kami bukan kaca
Kami adalah air
Kami adalah karang, bukan gundukan pasir
Ombak tak kan menyapu kami

Kami teraniaya
Kami tertindas
Kami tertekan
Tapi tidak jiwa kami

Kami terluka
Tubuh kami berdarah
Kulit kami melepuh
Tapi tidak hati kami

Jiwa kami berkobar bersama kebenaran
Hati kami telah takluk kepada keadilan
Kebenaran dan keadilan 
Itulah nafas kami

Kami tiada 
Api kan tetap berkobar
Api kan tetap berkobar!
Kebenaran dan keadilan
Itulah nafas kami

#NR13062015

MyNote: "Semua Hanya Anugerah-Nya"



MyNote: "Semua Hanya Anugerah-Nya"

"... siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya? Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:35-36)

Seringkali kita berpikir Tuhan itu baik. Tentu Dia akan memberikan apapun yang kita minta kepada-Nya. Namun kalau Tuhan tidak mau mengabulkan bagaimana?
Kalau Tuhan seakan-akan tidak mau menjawab doa kita bagaimana?

"Tuhan, bukankah Engkau sendiri yang berjanji akan memberikan kepada yang meminta? Tapi kok Tuhan tidak menepati janji sih."

Kadang kita memang seringkali berpikir demikian. Kadang kita sering berpikir seperti seorang anak kecil yang meminta sesuatu kepada bapanya. Kita kadang "menuntut" Tuhan harus mengabulkan permintaan kita, seakan-akan Tuhan itu punya hutang sama kita.
Kadang kita juga merasa bahwa kita telah melakukan sesuatu (katakanlah pelayanan bagi Tuhan, dan lain sebagainya seperti memberi persembahan, dan sebagainya), sehingga Tuhan harus membalas jasa atas apa yang telah kita lakukan bagi-Nya. Namun apakah benar demikian adanya?

Coba kita pikirkan baik-baik.
Apakah kita yang telah melakukan sesuatu bagi Tuhan sehingga Tuhan berkewajiban membalas budi atas apa yang telah kita lakukan bagi-Nya?
Atau bukankah sebaliknya, Tuhan sendiri yang telah terlebih dahulu melakukan sesuatu bagi kita sehingga kita yang meresponinya dengan melakukan pelayanan bagi Dia sebagai ungkapan syukur kita kepada-Nya?
Mana yang benar?

Apa yang telah Tuhan lakukan bagi kita?
Pandanglah akan salib Kristus.
Itulah kasih terbesar Yesus bagi kita.

Apa yang kita miliki, semua hanya karena anugerah-Nya semata, termasuk juga panggilan kita, bukan karena sebagai upah atas usaha kita, bukan juga sebagai balas jasa karena kita telah mengerjakan sesuatu bagi Dia, sehingga janganlah kita memegahkan diri kita.

Jika Dia mau memakai kita menjadi alat saluran berkat-Nya, itu semata-mata hanya anugerah-Nya. Bukan karena kecakapan, kepandaian, atau keahlian kita. Sudahkah kita menyadari akan hal ini?

Setelah tahu, apa yang akan Anda lakukan? Lari atau makin giat? Pikirkanlah sobat!


#NR10092009

Senin, 08 Juni 2015

MyNote: "Kegagalan adalah kegagalan. Benarkah?"

"Kegagalan adalah sukses yang tertunda." Tentunya kita sudah seringkali mendengar akan hal ini. Apakah hal ini sepenuhnya benar? Ada benarnya namun tidak sepenuhnya benar.

Bagaimanapun juga kegagalan bukanlah sukses yang tertunda. Kegagalan adalah kegagalan. Kegagalan bukanlah kesuksesan. Keduanya tidaklah sama.
Intinya kegagalan ya kegagalan. Sampai di sini persoalan selesai. Kisah selesai. Titik.

Bagaimana Anda memulai perjalanan berikutnya dari titik kegagalan tersebut adalah persoalan yang lain. Dan itu adalah chapter selanjutnya dari hidup Anda.

Ada yang memilih hidup dalam ratapan; Ada yang memilih menjalani dan mencoba melupakan;
Ada juga yang menjalani dan menjadikannya sebagai cambuk motivasi dan pembelajaran. Namun ada pula yang betul-betul terpuruk karena kegagalan itu. Mereka tidak mampu bangkit setelah mengalami kegagalan.

Kita bisa mengambil contoh di Alkitab. Kita ambil saja kisah Petrus dan Yudas Iskariot. Dua dari dua belas murid Yesus. Apa persamaan keduanya? Mereka sama-sama gagal. Namun ada perbedaan besar di antara keduanya. Yang satu terpuruk dan tidak mampu bangkit lagi. Yang satu terpuruk tetapi akhirnya bangkit lagi dan dipakai dengan luar biasa oleh Tuhan.

Ketika Yudas Iskariot mengkhianati Yesus, sebenarnya ia menyesali kesalahannya itu. Namun sangat disayangkan dia hanya sampai di sana saja. Yudas terpuruk tapi ia tidak berbalik. Ia memilih mengakhiri hidupnya. Akhir kisah yang tragis.

Sementara itu, Petrus juga mengalami kegagalan terbesar dalam hidupnya. Ia menyangkal Yesus sebanyak tiga kali. Padahal sebelumnya dengan lantang Petrus berkata bahwa sekalipun iman para murid yang lain tergoncang, ia sekali-kali tidak akan tergoncang dan tidak akan meninggalkan Yesus. Namun pada kenyataannya Petrus justru menyangkal Yesus. Bahkan sampai tiga kali. Petrus menyesali kesalahannya. Namun ia tidak terpuruk terus. Petrus berbalik dan akhirnya dipakai dengan luar biasa oleh Tuhan.

Dua orang yang sama-sama gagal. Namun chapter selanjutnya yang bertolak belakang. Yang satu betul-betul gagal. Yang satu berdampak luar biasa.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita mau seperti Yudas Iskariot atau Petrus? Anda sendiri yang memutuskan.

#NR08062015

posted from Bloggeroid

Selasa, 02 Juni 2015

MENANTI


MENANTI

Gejolak rasa tak terperih
Terperangkap relung kedalaman jiwa
Sunyi tanpa suara
Sepi berteman malam

Asa melambung menggapai bintang
Senyum merekah di dasar jiwa
Menebar asa sejuta asa
Menari diam di telaga kesunyian
Menanti asa bertepuk bimbang

#NR15022010

RINDU



RINDU

Kosong dan hampa
Sunyi dan sepi
Ada dan tiada
Penuh keraguan

Aku begitu takut
Begitu lemah
Tiada kekuatan
Penuh kebimbangan

Berjalan sendiri di lorong gelap
Sunyi dan sepi
Berjalan, berjalan, dan berjalan
Berlari, terus dan terus dan terus

Ku tak mampu lagi
Hilang sudah tenagaku
Cahaya tak kunjung nampak
Kutersungkur, terdiam, terbisu
Ingin rasanya mengakhiri
Tetapi tak kuasa
Jalan masih panjang

-10-12-2006-

----- 
#RefleksiKehidupan :
Ini adalah mengenai kehidupan manusia, pencarian akan arti dan tujuan hidupnya di dunia ini.
Bertanya, bersandar, dan mencari pada diri sendiri tidak akan menemukan jawabannya.
hanya berujung pada kekecewaan dan keputusasaan.
Lalu harus bagaimana?
Bertanyalah dan bersandarlah kepada Penciptamu.
Hanya Dia yang bisa memberikan jawaban kepadamu.
Hanya Dia yang bisa menuntun langkahmu dan menjaga engkau.
Hanya Dia yang bisa menolong, menopang, dan memberi engkau kekuatan.

Masihkah engkau bertanya, mencari, dan mengandalkan kekuatanmu sendiri?
Pilihan ada di tangan Anda!

SETITIK SINAR


SETITIK SINAR

Kosong
Hampa
Sunyi
Gelap
Menyatu menyapu
Membelenggu
Menyelimuti
Kapankah seberkas sinar
Kan membiaskan semua
Entahlah...
Awan hitam tak kunjung pergi
Setia menunggu
Sampai akhir waktu
Kosong
Hampa
Sunyi
Sepi
Setitik sinar tak kunjung datang
Waktu terus berlalu

25-12-2004