Ada saat kita ingin berhenti dan diam sejenak, tetapi tiada dapat. Waktu terus bergulir.
Ada saat kita ingin kembali mengulang dari awal, tetapi tiada dapat. Semua telah berlalu.
Ada saat kita ingin berkata, tetapi tiada dapat. Tiada yang mendengar.
Ada saat kita ingin diam, tetapi tiada kuasa berdiam selamanya.
Ada banyak kekecewaan.
Ada banyak keputusasaan.
Ada banyak kegagalan.
Ada banyak hal tidak menyenangkan.
Itulah realita sehari-hari.
Apa yang kita impikan, belum tentu akan tercapai.
Sejuta goresan bayangan keinginan, umumnya jarang terealisasikan penuh. Mungkin hanya samar-samar saja.
Ada ribuan keinginan kita.
Ada berjuta impian kita.
Dan kita pun bingung bagaimana mewujudkannya.
Kita bekerja. Kita berusaha sekuat tenaga.
Ada yang tetap semangat. Ada yang pantang menyerah. Namun banyak juga yang putus asa. Mundur dari keinginan dan impiannya.
Banyak yang berhasil mewujudkan sebagian impian dan harapannya. Banyak pula yang gagal.
Namun terkadang kita kembali lagi ke awal. Untuk apa itu semua? Benarkah itu yang terpenting bagi diri kita? Itukah tujuan yang ingin kita capai dalam hidup?
Banyak yang setelah berhasil justru merasakan kekosongan. Kehampaan. Dan tidak tahu harus bagaimana lagi. Hidup yang terasa penuh tetapi tidak penuh.
Banyak pula yang gagal dan merasakan ketiadaan arti tujuan hidup. Ini celaka. Banyak yang berpikir untuk mengakhiri. Padahal jalan masih panjang.
Lalu apa yang membuat hidup bisa penuh?
Tidak mudah menjawab hal ini.
Namun sebagai orang Kristen, saya diajar bahwa kepenuhan hidup hanya bisa didapat dalam Kristus. Sederhana tapi tidak gampang. Menyerahkan hidup kepada Kristus bukanlah perkara gampang. Perlu ketaatan total kepada-Nya. Kecenderungan yang ada umumnya adalah mencari Dia hanya tatkala perlu, bukan totalitas menyerahkan hidup kepada-Nya. Dalam banyak hal justru lebih mengandalkan diri sendiri. Lebih mengutamakan diri sendiri. Lebih memilih memuaskan keinginan diri. Padahal mungkin itu tidak sesuai keinginan dan kehendak Kristus.
Apakah tujuan hidupku sebenarnya?
Pertanyaan yang mungkin perlu seumur hidup terus ditanyakan. Pertanyaan yang mungkin selalu sulit dijawab dengan jujur. Pertanyaan yang hendaknya mengarahkan langkah kaki ke depan.
Ke mana kaki ini akan melangkah?
Entahlah...
#JedaSejenak
#NR12082017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar