MyNote: "Apalah Arti Seorang SAHABAT?"
Sahabat..
Mungkin justru adalah orang yang paling menjengkelkan bagi kita..
Mungkin justru adalah orang yang karenanya kita kadang merasa kecewa..
Sahabat..
Mungkin tak selalu ada disaat engkau perlu..
Mungkin ia tak mau memberikan pundaknya buat engkau menumpahkan kesedihanmu..
Mungkin ia seakan-akan meninggalkanmu sendirian menghadapi pergumulan beratmu..
Mungkin seakan-akan ia sudah tidak peduli lagi kepadamu..
Sahabat..
Mungkin tak banyak bicara saat engkau sepertinya ingin mendengar komentarnya tentang curhatmu..
Mungkin ia lebih banyak diam tanpa suara tatkala engkau ingin mendengar suaranya..
Mungkin sepertinya ia tidak mendengar keinginanmu..
Sahabat..
Mungkin tak seideal bayangan yang ada di benakmu..
Engkau mungkin merasa minder terhadap orang lain karena engkau mempunyai sahabat yang kelihatan tidak rupawan dan tidak berbobot..
Mengapa engkau jengkel?
Mengapa engkau kecewa?
Mengapa engkau minder?
Kadang engkau mungkin tidak akan memahaminya..
Kadang engkau mungkin tidak akan mengerti..
Kadang engkau mungkin berpikir lebih baik saya tidak mempunyai sahabat seperti itu..
Ya mungkin engkau akan merasa sangat-sangat kecewa..
Teramat kecewa..
Namun..
Tatkala sang waktu menyingkapkannya..
Tatkala sang waktu menyingkapkan tanda tanya besar itu untukmu..
Engkau baru sadar..
Engkau baru mengerti..
Engkau mungkin terkejut..
Engkau mungkin akan menangis malu dan terharu..
Engkau akan mengucap beribu syukur atas sahabatmu..
Kecewa dan jengkelmu itu berubah menjadi ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya..
Oleh ketegasan sahabat menasehati dan menegurmu dengan keras, engkau bisa menjadi orang yang berjalan di jalan benar..
Oleh ketidaksetujuannya akan hal-hal keliru yang hendak engkau kerjakan, engkau akhirnya baru sadar akan kealpaan dan kekhilafanmu..
Oleh karena kerasnya ia menolak keinginan-keinginanmu yang liar tak terkendali, engkau akhirnya bisa menjadi orang..
Engkau akhirnya sadar, kecewa dan jengkelmu tak ada gunanya..
Diamnya sahabatmu, ketidakpeduliannya yang engkau tuduhkan akhirnya berubah menjadi beribu ucapan terima kasih..
Oleh diamnya, ia ingin engkau mampu memikul bebanmu.. Ia ingin engkau tidak selalu bergantung pada orang lain.. Ia ingin engkau dapat bersandar kepada Tuhan..
Tahukah engkau, dibalik diamnya, ia senantiasa menopangmu dengan lututnya?
Tahukah engkau, siang malam ia mendoakan engkau?
Tahukah engkau, ia ingin engkau dapat bersandar kepada Dia, Tuhan semesta alam?
Akhirnya engkau tahu, oleh diamnya, engkau mampu untuk mandiri..
Dalam kesunyiannya, ketidakbersuaraannya..
Tuduhanmu bahwa ia tidak mau mendengarkanmu itu akhirnya berubah menjadi ucapan terima kasih dan tawa sukacita..
Dalam kesunyiannya, ia mendengar semua keluh kesahmu..
Dalam kesunyiannya, ia dengan sabar mendengar omelan dan celotehanmu yang tak bermakna itu..
Dalam kesunyiannya, ia juga membawa keluh kesah dan beban pergumulanmu melalui doa kepada Tuhan..
Dalam kesunyiannya, ia juga berpikir bagaimana untuk membantumu..
Kadang jauh setelah itu engkau baru sadar, mungkin waktu itu sahabatmu tidak memberi sepatah katapun atas keluh kesahmu..
Mungkin ia sepertinya tidak mendengar..
Lewat tindakan kasihnya dan karyanya yang nyata, engkau akhirnya sadar, itulah jawaban sahabatmu atas keluh kesahmu..
Lewat kesunyiannya itu juga, ia telah menyediakan dirinya sebagai pendengar yang baik untuk menampung keluh kesahmu.. Sehingga akhirnya hatimu menjadi lega..
Dalam "ketidakrupawannya" dan "ketidakberbobotannya" itu, tuduhan-tuduhan mata fisikmu itu akhirnya berubah menjadi kebanggaan bagimu karena memiliki sahabat seperti itu..
Dalam ketidakrupawan fisiknya, sahabatmu ternyata sangat rupawan hatinya.. Di saat engkau jatuh miskin, gagal, tidak mempunyai jabatan lagi, tidak rupawan lagi, mungkin teman-temanmu akan meninggalkan engkau.. Namun sahabat tetap peduli kepadamu.. Menerima engkau apa adanya.. Tidak pernah meninggalkanmu..Senantiasa memberi dukungan dan semangat kepadamu untuk bangkit..
Dalam ketidakberbobotannya, ternyata sahabat sangat bijak.. Tatkala teman-temanmu hanya memberi jawaban utk memuaskan telingamu saja meskipun kadang itu menjerumuskan engkau.. Sahabat tidak sungkan menegur dengan keras.. Ia tidak takut engkau menjadi marah kepadanya.. Karena ia tahu apa yang baik dan tidak baik untuk kamu lakukan.. Engkau akhirnya sadar tatkala engkau mengikuti anjuran teman-temanmu yang tidak bertanggungjawab, engkau menjadi hancur.. Engkau baru sadar, ternyata ketidakberbobotan sahabatmu justru menolongmu..
SAHABAT ADALAH MALAIKAT KECIL YANG TUHAN KIRIM BAGI KITA.
Apakah engkau memiliki sahabat seperti itu?
Mungkin justru adalah orang yang paling menjengkelkan bagi kita..
Mungkin justru adalah orang yang karenanya kita kadang merasa kecewa..
Sahabat..
Mungkin tak selalu ada disaat engkau perlu..
Mungkin ia tak mau memberikan pundaknya buat engkau menumpahkan kesedihanmu..
Mungkin ia seakan-akan meninggalkanmu sendirian menghadapi pergumulan beratmu..
Mungkin seakan-akan ia sudah tidak peduli lagi kepadamu..
Sahabat..
Mungkin tak banyak bicara saat engkau sepertinya ingin mendengar komentarnya tentang curhatmu..
Mungkin ia lebih banyak diam tanpa suara tatkala engkau ingin mendengar suaranya..
Mungkin sepertinya ia tidak mendengar keinginanmu..
Sahabat..
Mungkin tak seideal bayangan yang ada di benakmu..
Engkau mungkin merasa minder terhadap orang lain karena engkau mempunyai sahabat yang kelihatan tidak rupawan dan tidak berbobot..
Mengapa engkau jengkel?
Mengapa engkau kecewa?
Mengapa engkau minder?
Kadang engkau mungkin tidak akan memahaminya..
Kadang engkau mungkin tidak akan mengerti..
Kadang engkau mungkin berpikir lebih baik saya tidak mempunyai sahabat seperti itu..
Ya mungkin engkau akan merasa sangat-sangat kecewa..
Teramat kecewa..
Namun..
Tatkala sang waktu menyingkapkannya..
Tatkala sang waktu menyingkapkan tanda tanya besar itu untukmu..
Engkau baru sadar..
Engkau baru mengerti..
Engkau mungkin terkejut..
Engkau mungkin akan menangis malu dan terharu..
Engkau akan mengucap beribu syukur atas sahabatmu..
Kecewa dan jengkelmu itu berubah menjadi ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya..
Oleh ketegasan sahabat menasehati dan menegurmu dengan keras, engkau bisa menjadi orang yang berjalan di jalan benar..
Oleh ketidaksetujuannya akan hal-hal keliru yang hendak engkau kerjakan, engkau akhirnya baru sadar akan kealpaan dan kekhilafanmu..
Oleh karena kerasnya ia menolak keinginan-keinginanmu yang liar tak terkendali, engkau akhirnya bisa menjadi orang..
Engkau akhirnya sadar, kecewa dan jengkelmu tak ada gunanya..
Diamnya sahabatmu, ketidakpeduliannya yang engkau tuduhkan akhirnya berubah menjadi beribu ucapan terima kasih..
Oleh diamnya, ia ingin engkau mampu memikul bebanmu.. Ia ingin engkau tidak selalu bergantung pada orang lain.. Ia ingin engkau dapat bersandar kepada Tuhan..
Tahukah engkau, dibalik diamnya, ia senantiasa menopangmu dengan lututnya?
Tahukah engkau, siang malam ia mendoakan engkau?
Tahukah engkau, ia ingin engkau dapat bersandar kepada Dia, Tuhan semesta alam?
Akhirnya engkau tahu, oleh diamnya, engkau mampu untuk mandiri..
Dalam kesunyiannya, ketidakbersuaraannya..
Tuduhanmu bahwa ia tidak mau mendengarkanmu itu akhirnya berubah menjadi ucapan terima kasih dan tawa sukacita..
Dalam kesunyiannya, ia mendengar semua keluh kesahmu..
Dalam kesunyiannya, ia dengan sabar mendengar omelan dan celotehanmu yang tak bermakna itu..
Dalam kesunyiannya, ia juga membawa keluh kesah dan beban pergumulanmu melalui doa kepada Tuhan..
Dalam kesunyiannya, ia juga berpikir bagaimana untuk membantumu..
Kadang jauh setelah itu engkau baru sadar, mungkin waktu itu sahabatmu tidak memberi sepatah katapun atas keluh kesahmu..
Mungkin ia sepertinya tidak mendengar..
Lewat tindakan kasihnya dan karyanya yang nyata, engkau akhirnya sadar, itulah jawaban sahabatmu atas keluh kesahmu..
Lewat kesunyiannya itu juga, ia telah menyediakan dirinya sebagai pendengar yang baik untuk menampung keluh kesahmu.. Sehingga akhirnya hatimu menjadi lega..
Dalam "ketidakrupawannya" dan "ketidakberbobotannya" itu, tuduhan-tuduhan mata fisikmu itu akhirnya berubah menjadi kebanggaan bagimu karena memiliki sahabat seperti itu..
Dalam ketidakrupawan fisiknya, sahabatmu ternyata sangat rupawan hatinya.. Di saat engkau jatuh miskin, gagal, tidak mempunyai jabatan lagi, tidak rupawan lagi, mungkin teman-temanmu akan meninggalkan engkau.. Namun sahabat tetap peduli kepadamu.. Menerima engkau apa adanya.. Tidak pernah meninggalkanmu..Senantiasa memberi dukungan dan semangat kepadamu untuk bangkit..
Dalam ketidakberbobotannya, ternyata sahabat sangat bijak.. Tatkala teman-temanmu hanya memberi jawaban utk memuaskan telingamu saja meskipun kadang itu menjerumuskan engkau.. Sahabat tidak sungkan menegur dengan keras.. Ia tidak takut engkau menjadi marah kepadanya.. Karena ia tahu apa yang baik dan tidak baik untuk kamu lakukan.. Engkau akhirnya sadar tatkala engkau mengikuti anjuran teman-temanmu yang tidak bertanggungjawab, engkau menjadi hancur.. Engkau baru sadar, ternyata ketidakberbobotan sahabatmu justru menolongmu..
SAHABAT ADALAH MALAIKAT KECIL YANG TUHAN KIRIM BAGI KITA.
Apakah engkau memiliki sahabat seperti itu?
Apakah
engkau adalah sahabat seperti itu?
-------------
Terlebih
dari semua itu, ada satu sosok agung yang mau menjadi sahabat kita semua..
Ya SAHABAT
SEJATI bagi kita semua..
Dialah Tuhan Yesus Kristus.
Dia adalah Tuhan, namun Dia mau menjadi sahabat kita, manusia yang berdosa ini.
(Mat 11:19, Luk 7:34, Yoh 15:14-15).
Ini adalah anugerah yang besar.
Dia mau menjadi sahabat Anda.
Dialah Tuhan Yesus Kristus.
Dia adalah Tuhan, namun Dia mau menjadi sahabat kita, manusia yang berdosa ini.
(Mat 11:19, Luk 7:34, Yoh 15:14-15).
Ini adalah anugerah yang besar.
Dia mau menjadi sahabat Anda.
Maukah
engkau?
#NR17032010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar