Minggu, 16 Desember 2018

Puisi: Kayu Biasa

Kayu Biasa

Kayu-kayu itu ialah kayu biasa
Mereka terheran-heran
Tak pernah menduga
Tapi tak jua bertanya

Dalam senyap Betlehem
Sang Bayi mungil
Lahir di kandang
Dibaringkan di palungan
Bayi Kudus siapakah yang duga?

Dalam kelabu Yerusalem
Umat-Nya yang degil
Mengolok, menghina, menyiksa-Nya
Dua palang jadi saksi
Salib yang hina rela Ia jalani
Dia yang tiada cela, mengapa rela?

Kayu-kayu itu ialah kayu biasa
Mereka terheran-heran
Tak pernah menduga
Tapi tak jua bertanya

Sungguh ya Allah
Hati pikiran kami tiada sanggup
Selami besarnya kasih-Mu
Kau rela jalani itu semua
Demi kami yang hina ini

Apakah yang dapat kami berikan
Sebagai ganti kasih-Mu?

--
NR#09122018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar